Page Nav

HIDE

Breaking News:

latest

Mitigasi Resiko Karantina Pertanian Lampung Dampingi Eksportir Pisang Segar ke China

  Lampung Tengah, MTV.co.id -  Situasi perdagangan internasional baru baru ini tampak sangat dinamis. Setelah pengetatan komoditas pertanian...

 



Lampung Tengah, MTV.co.id-  Situasi perdagangan internasional baru baru ini tampak sangat dinamis. Setelah pengetatan komoditas pertanian ke beberapa negara uni Eropa dan Afrika Utara. China melakukan hal yang sama terhadap komoditas pisang segar asal Indonesia. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk perbaikan dan penyempurnaan kualitas dan daya saing produk ekspor pertanian kita. 


Hal inilah yang turut mendasari  Karantina Pertanian Lampung secara intensif melakukan pendampingan mitigasi organisme penggangu tanaman (OPT) atau resiko hama penyakit yang mungkin terbawa produk ekspor pisang segar. 



Demikian disampaikan Irsan Nuhantoro selaku subkoordinator karantina tumbuhan bersama timnya mendampingi PT. GP dalam melakukan perbaikan proses produksi buah pisang segar yang akan diekspor ke Negara China, Rabu ( 28/9/2022). Pendampingan ini dilakukan Irsan agar buah pisang segar Lampung bisa memenuhi persyaratan ekspor ke negara China. 



"Buah pisang ini harus bebas dari hama penyakit, khususnya kutu putih dan serangga lainnya yang mungkin dapat terbawa dari kebun sampai packing produk akhir," ujar Irsan. 


"Kita harus memperhatikan hal ini, karena ketika terjadi temuan kutu putih pada buah pisang segar kita, akan menjadi catatan negatif dari negara China untuk buah pisang Indonesia," tambahnya. 


"Harapannya adalah kita dapat meyakinkan pemerintah China terhadap langkah langkah perbaikan kita dalam pemrosesan produk buah pisang yang diekspor dari Indonesia ke China," tegasnya. 


Pendampingan oleh Karantina Pertanian Lampung ini dilakukan secara berkesinambungan mulai dari pemeriksaan intensif setiap shipment ekspor pisang segar, hingga koordinasi tingkat managerial yang cukup sering dilakukan baru baru ini oleh Irsan beserta tim di PT. GP Lampung Timur. (Rachman Salihul Hadi).


No comments