TSd6GpM0GUA0BUWlBSG7BSz6BY==
Breaking
News

Akal Sehat Jadi Benteng: Kejari Lampung Tengah Ingatkan Warga Soal Ancaman Siber Lewat Jaksa Menyapa di Radio Rapemda

Font size
Print 0

 

Lewat “Jaksa Menyapa”, Kejari Lampung Tengah Bongkar Modus Judol dan Penipuan Digital


Lampung Tengah, MTV.co.id — Era digital memang menghadirkan berbagai kemudahan, namun di saat yang sama juga memunculkan ancaman baru yang kian mengkhawatirkan. Mulai dari jerat judi online hingga penipuan berkedok tautan aplikasi (APK), modus kejahatan siber kini semakin marak menyasar masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Kejaksaan Negeri Lampung Tengah bergerak cepat. Sebagai bagian dari pengawalan program Asta Cita Presiden RI—khususnya dalam upaya pelindungan masyarakat—korps Adhyaksa mengambil langkah preventif melalui edukasi publik.

Upaya itu diwujudkan lewat program bincang interaktif “Jaksa Menyapa” yang disiarkan melalui Radio Rapemda 92,8 FM pada Rabu (25/2/2026).

Dalam dialog tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejari Lampung Tengah, Dr. Alfa Dera, bersama Jaksa Fungsional Arif Kurniawan, mengupas tuntas berbagai ancaman digital yang kini mengintai pengguna ponsel pintar.

Kejahatan Bertransformasi

Dalam pemaparannya, Alfa Dera menegaskan bahwa pola kejahatan telah berubah drastis seiring perkembangan teknologi. Jika sebelumnya tindak pencurian dilakukan secara fisik, kini pelaku dapat beraksi dari balik layar.

“Dulu pencurian bersifat konvensional. Sekarang pelaku bisa merampok dari balik ponsel pintar. Korbannya di Lampung Tengah, tetapi pelakunya bisa berada di luar pulau,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut menuntut aparat penegak hukum untuk terus adaptif dan responsif. Hal ini sejalan dengan visi Asta Cita agar negara selalu hadir melindungi masyarakat.

Judi Online Picu Dampak Berantai

Pada kesempatan yang sama, Arif Kurniawan menyoroti masifnya penyebaran judi online yang kerap menyamar sebagai gim biasa dengan iming-iming deposit kecil.

Ia menjelaskan, pemain kerap “dipancing” menang di awal permainan untuk memicu hormon dopamin. Setelah muncul ketergantungan, barulah korban mengalami kerugian besar.

“Begitu fase kecanduan terjadi, harta benda bisa terkuras habis,” tegas Arif.

Dampaknya dinilai sangat destruktif, mulai dari keretakan ekonomi keluarga, pemicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga mendorong seseorang melakukan tindak kriminal demi menutup utang judi.

Waspada Modus Link APK

Selain judi online, Kejari Lampung Tengah juga menyoroti maraknya penipuan berbasis rekayasa sosial (social engineering) melalui file APK.

Modus ini biasanya menyamar sebagai undangan pernikahan digital, surat tilang elektronik, hingga resi pengiriman paket. Tujuannya adalah mengambil alih akses m-banking korban.

Arif mengingatkan masyarakat agar segera melakukan langkah darurat bila terlanjur mengeklik tautan mencurigakan.

“Jangan panik, tetapi bertindak cepat. Segera putuskan koneksi internet atau aktifkan mode pesawat,” pesannya.

Langkah berikutnya, korban diminta segera menghubungi call center resmi bank untuk memblokir rekening dan kartu, serta melapor kepada pihak kepolisian.

Angkat Nilai Budaya Lampung

Kehadiran jaksa di ruang publik ini merupakan bagian dari inovasi “Jaksa Anjau Silau”, program unggulan Kejari Lampung Tengah yang menitikberatkan pada pendekatan silaturahmi dan edukasi pencegahan hukum.

Menariknya, edukasi tersebut juga dipadukan dengan nilai kearifan lokal Lampung.

Alfa Dera mengajak masyarakat membawa filosofi Nemui Nyimah (ramah dan santun) serta Piil Pesenggiri (menjaga harga diri) dalam aktivitas di ruang digital.

“Harga diri kita tidak diukur dari seberapa tajam berkomentar di media sosial, tetapi dari seberapa besar manfaat konten yang kita bagikan. Mari bawa adab dan sopan santun ke dunia maya,” tuturnya.

Sebagai penutup, Kejari Lampung Tengah menegaskan bahwa layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi hukum secara gratis.

Masyarakat pun diingatkan bahwa benteng pertahanan terkuat dari kejahatan siber adalah akal sehat dan literasi digital.

“Saring sebelum sharing, dan jadikan gawai kita benar-benar instrumen yang cerdas,” pungkas narasumber. (Muzer)

 

Akal Sehat Jadi Benteng: Kejari Lampung Tengah Ingatkan Warga Soal Ancaman Siber Lewat Jaksa Menyapa di Radio Rapemda
Check Also
Next Post

0Comments

Link copied successfully