Public Disscusion #2 FISIP HI Jayabaya : “Persaingan Ekonomi Global : Rivalitas Antar Negara - Negara Besar Dalam Sistem Internasional Kotemporer"
Jakarta, MTV.CO.ID - Pada hari Rabu tanggal 15 juli 2026 Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Jayabaya mengadakan Public Discussion #2, yang mengundang Dr. Ichsanuddin Noorsy B.Sc., S.H., M.Si sebagai narasumber. Topik Public Disscusion #2 kali ini membahas “Persaingan Ekonomi Global : Rivalitas Antar Negara - Negara Besar Dalam Sistem Internasional Kotemporer”.
![]() |
| Dr. Ichsanuddin Noorsy B.Sc., S.H., M.si disambut oleh Moderator, Kaprodi, Dekan FISIP, serta sekertaris rektor Universitas Jayabaya |
Topik ini menjadi topik yang paling ditunggu oleh para peserta, karena pembahasan yang dibawa sangat relate dengan kondisi Indonesia saat ini. Selain itu, narasumber hari ini merupakan tokoh yang cukup terkenal karena gaya kritik yang kritis dan akurat sesuai data.
Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks, yang oleh Dr. Ichsanuddin Noorsy diidentifikasi sebagai kondisi "kelumpuhan ekonomi" akibat jeratan sistemik dan struktural yang telah berlangsung lama. Berbagai indikator menunjukkan adanya tekanan dari faktor eksternal maupun domestik yang saling mengunci, menciptakan lingkaran setan yang menghambat kedaulatan ekonomi nasional.
Ketergantungan Indonesia pada pihak eksternal, yang berakar sejak penerapan undang-undang penanaman modal asing pada akhir 1960-an, semakin diperkuat oleh berbagai regulasi neoliberal di era reformasi. Fenomena ini menciptakan apa yang disebut sebagai Silent Invasion (invasi senyap), di mana struktur ekonomi nasional ditaklukkan tanpa perlu tindakan militer. Dampaknya nyata: deindustrialisasi, ketergantungan pada utang, serta pemiskinan struktural yang semakin dalam.
Saat ini, Indonesia terjebak dalam Sandwich Effect, di mana ekonomi ditekan oleh faktor global (biaya impor tinggi, ekspor melambat) dan faktor domestik (beban utang, perbankan yang defensif).
Untuk keluar dari "lorong gelap" ini, Indonesia membutuhkan pendekatan baru yang berlandaskan amanat Konstitusi 1945. Dr. Noorsy menekankan perlunya pembangunan kekuatan domestik yang terorganisasi, melalui beberapa langkah strategis:
1. Optimalisasi Likuiditas: Mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif melalui insentif dan jaminan pemerintah.
2. Reformasi Fiskal: Mengutamakan efisiensi dan realokasi belanja ke sektor yang memiliki multiplier effect tinggi daripada sekadar menambah utang.
3. Reindustrialisasi: Membangun basis produksi dari hulu ke hilir untuk mengurangi ketergantungan impor.
4. Tata Kelola Berbasis Konstitusi: Mengedepankan perencanaan strategis jangka panjang yang tidak terputus oleh siklus pemilu, serta membangun modal sosial, intelektual, dan moral.
Pada akhirnya, tantangan utama Indonesia adalah memutus lingkaran setan ketergantungan eksternal dan beralih ke ekonomi yang berkeadilan, di mana sumber daya alam dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
(Reportase oleh : Najwa Athaillah Zulvi, Mahasiswi FISIP HI Universitas Jayabaya NIM : 2023350750004)




Post a Comment