Page Nav

HIDE

Breaking News:

latest

Kejari Lubuk Linggau Tahan Tiga Tersangka Korupsi Disdik Mura

      Kepala Kejari Lubuk Linggau Willy Ade Chaidir Lubuklinggau, IMC - Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau telah meneta...

 



 

 



Kepala Kejari Lubuk Linggau Willy Ade Chaidir

Lubuklinggau, IMC
- Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau telah menetapkan tiga tersangka dan langsung ditahan, ketiganya diduga melakukan praktik Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor ) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari ) Lubuk Linggau  Willy Ade Chaidir didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Yuriza Antoni, dan Kepala Seksi (Kasi) Inteligen, Aan Thomo, Senin (21/3/2022) dalam keterangannya mengatakan ketiga tersangka yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, Irwan Effendi, Mantan Kepala Bidang Dinas Pendidikan (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Muhammad Rivai, dan mantan Staf Bidang GTK Disdik Mura Rosa.

“ Ketiganya ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi kegiatan diklat penguatan kepala sekolah pada Dinas pendidikan Kabupaten Musi Rawas (Mura) tahun anggaran 2019,” ujar mantan Kabid Humas Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.

Dikatakan penetapan tersangka setelah ketiganya usai menjalani pemeriksaan oleh tim jaksa penyidik Kejari Lubuk Linggau.   

Kemudian ketiga tersangka dibawa oleh penyidik dari ruang pemeriksaan sudah dengan menggunakan rompi tahanan berwarna merah muda untuk selanjutnya di boyong dengan menggunakan monbil tahanan untuk dijebloskan ke dalam rumah tahanan.

“ Ketiga tersangka sudah dibawah ke Lapas ( Lembaga Pemasyarakatan ) Lubuklinggau,” ujar Willy.

Sementara Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Yuriza Antoni, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Inteligen, Aan Thomo mengatakan penyidik Pidsus telah melakukan pemeriksaa terhadap ketiganya.

“Mereka dipanggil dari jam 10 pagi, mereka dipanggil sebagai saksi selanjutnya setelah dilakukan gelar, mereka langsung ditetapkan sebagai tersangka,”kata Yuriza Antoni kepada wartawan.

Ditegaskan Yuriza, setelah ditetapkan tersangka, ketiganya langsung dilakukan penahanan di Lapas Lubuklinggau.

Disebutkan dalam kasus dugaan korupsi kegiatan Diklat penguatan kepala sekolah pada Dinas pendidikan Kabupaten Musi Rawas (Mura) tahun anggaran 2019, menggunakan dana APBD sebesar Rp.483.480.000 dan dana Sharing atau dana kumpulan dari kepala sekolah, sebesar Rp.639.000.000, dan jika ditotal berjumlah Rp.1.122.480.000.

“Dan dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan (BPKP) Sumsel, negara mengalami kerugian sebesar Rp.428.015.325,”ujarnya

 

Oleh Kejari Lubuk Linggau ketiganya disangkakan pasal primer yakni pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b ayat (2), (3) UU No.31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Kemudian, subsidair pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b ayat (2), (3) UU No.31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Lebih subsidair pasal 8 UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 18 UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. ( Muzer/ Rls )

No comments