1. .jpeg)
Kajari Blora berikan pengarahan strategis ke jajarannya.
Semarang, MTV.co.id – Khristiya Lutfiasandhi, S.H., M.H., resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blora setelah dilantik langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Dr. Siswanto, S.H., M.H., pada Kamis, 8 Januari 2026 lalu. Pelantikan tersebut menandai penugasan keduanya sebagai Kajari, setelah sebelumnya sukses memimpin Kejaksaan Negeri Prabumulih, Sumatera Selatan.
Bagi Khristiya, jabatan bukan
sekadar posisi struktural, melainkan tanggung jawab moral untuk menghadirkan
institusi kejaksaan yang profesional, berintegritas, dan dekat dengan
masyarakat. Sejak hari pertama bertugas di Blora, ia langsung menunjukkan
karakter kepemimpinan yang tegas namun humanis, dengan ritme kerja yang nyaris
tanpa henti.
“Tak kenal lelah” menjadi napas
dalam setiap langkah pengabdian Khristiya. Hampir seluruh waktunya
didedikasikan untuk Korps Adhyaksa. Sejak pagi hari, ia kerap menerima
kunjungan tamu di kantor, mulai dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda), instansi pemerintah, aparat penegak hukum lainnya, hingga
masyarakat umum. Memasuki siang hingga sore hari, aktivitasnya berlanjut dengan
kunjungan kerja ke luar kantor, rapat koordinasi lintas sektor, sosialisasi
hukum, hingga monitoring dan evaluasi kinerja internal.
Sebagai pemimpin, Khristiya dikenal
menempatkan soliditas internal sebagai fondasi utama. Hal ini tercermin dalam
kegiatan rapat internal yang dipimpinnya pada Senin, 19 Januari 2026, di Aula
Lantai 2 Kejaksaan Negeri Blora. Didampingi para Kepala Seksi, ia mengajak
seluruh pegawai menyatukan visi, misi, dan strategi kerja dalam rangka mencapai
target kinerja Trimester I Tahun 2026.
Rapat tersebut bukan sekadar forum
administratif, melainkan ruang konsolidasi untuk membangun budaya kerja yang
adaptif, disiplin, dan berorientasi hasil. Khristiya menekankan pentingnya
kerja kolektif, transparansi, serta tanggung jawab personal setiap pegawai
sebagai wajah institusi di mata publik.
Namun di balik ketegasan
profesionalnya, Khristiya juga menonjol sebagai sosok pemimpin yang menjunjung
tinggi nilai spiritual dan kebersamaan. Di hari yang sama, ia bersama seluruh
jajaran Kejari Blora mengikuti kegiatan pengajian dalam rangka memperingati
Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid At-Taqwa Kejari Blora.
Kehadiran langsung Kajari dalam kegiatan keagamaan ini menjadi simbol bahwa
integritas aparatur penegak hukum harus berangkat dari kekuatan moral dan
etika.
Dalam membangun sinergi eksternal,
Khristiya bergerak cepat memperkuat komunikasi lintas institusi. Pada Senin, 19
Januari 2026, ia melakukan serangkaian kunjungan silaturahmi strategis ke
Mapolres Blora, Pengadilan Negeri Blora, hingga Kantor Wakil Bupati Blora.
Didampingi Kasi Intelijen, Kasi Pidum, dan Kasi Perdata TUN, Khristiya
berdialog langsung dengan Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, Ketua PN
Blora Nunung Kristiyani, serta Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini.
Langkah ini mencerminkan gaya
kepemimpinan kolaboratif yang ia bangun, yakni memperkuat koordinasi Forkopimda
sebagai kunci terciptanya stabilitas hukum dan pemerintahan di daerah.
Tak hanya fokus pada penegakan
hukum, Khristiya juga aktif mendukung pembangunan daerah. Pada Rabu, 21 Januari
2026, Kejari Blora melalui Kasi Intelijen mewakili Kajari menghadiri Konsultasi
Publik Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Blora Tahun
2027 di Bapperida Blora. Keterlibatan Kejaksaan dalam forum perencanaan ini
menunjukkan peran strategis Adhyaksa sebagai mitra pemerintah dalam memastikan
kebijakan berjalan sesuai koridor hukum.
Dalam aspek pelayanan dan kemitraan,
Khristiya membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan
dan lembaga pemasyarakatan. Ia menerima kunjungan silaturahmi dari pimpinan
Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Blora, Bank BRI Branch Office Blora, Bank
Mandiri Cabang Blora, serta Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pati
beserta jajaran.
Bagi Khristiya, sinergi lintas
sektor adalah kunci untuk membangun ekosistem hukum yang sehat, baik dalam
konteks pencegahan, pendampingan hukum, maupun pelayanan publik yang akuntabel.
Sebagai Kajari, Khristiya
Lutfiasandhi bukan hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai
pemimpin organisasi, komunikator lintas institusi, sekaligus figur teladan bagi
jajarannya. Pengalaman panjangnya di dunia kejaksaan membentuk karakter
kepemimpinan yang matang, visioner, dan berorientasi solusi.
Di bawah kepemimpinannya, Kejaksaan
Negeri Blora diarahkan tidak hanya menjadi institusi yang kuat dalam
penindakan, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terbuka
terhadap kolaborasi, serta konsisten menjaga marwah hukum dan keadilan.
Blora pun kini berada dalam
genggaman kepemimpinan seorang Kajari yang bukan sekadar bekerja, tetapi
mengabdi sepenuh hati. Sosok Khristiya Lutfiasandhi menjelma sebagai
representasi wajah baru Adhyaksa: profesional, humanis, dan tak pernah lelah
melayani negara. (Muzer)
.jpeg)