TSd6GpM0GUA0BUWlBSG7BSz6BY==
Breaking
News

Tincase Kecil, Kehidupan yang Lebih Siap

Font size
Print 0


(Artikel Oleh :  Ester Elena Siadari mahasiswi HI-FISIP kelas Media & Hub. Internasional Universitas Jayabaya) 

CRAFT|| MTV.CO - Ada kaleng kecil yang terbuka di atas meja. Tutupnya penuh stiker bertumpuk, potongan label, barcode dari struk belanja. Seperti mood board yang muat di telapak tangan.

Bagian dalamnya lain cerita. Earphone putih digulung rapi. Botol parfum decan mungil. Kotak pill kecil bermotif bunga. Semuanya pas, semuanya ada alasannya. Ini tincase. Dan ini bukan sekadar kaleng.

Tren  handcraft tincase muncul diam-diam di antara remaja sekarang; bukan karena kampanye iklan, tapi karena seseorang suatu hari memutuskan kaleng bekas mints terlalu sayang dibuang. Lalu mereka mendekorasinya, mengisinya, memotretnya dan tiba-tiba banyak orang berpikir “aku juga mau bikin.”

Yang menarik bukan estetikanya. Yang menarik adalah apa yang dipilih untuk dimasukkan ke dalamnya. Obat-obatan kecil. Plester luka. Parfum decant.  Earphone cadangan. Koin receh. Mini hairclip. Lip care. Semua hal yang dulu kita andalkan dari tas ibu atau dari teman yang kebetulan bawa. Sekarang, kita bawa sendiri.

Generasi yang tumbuh di tengah notifikasi tanpa henti ternyata juga tumbuh menjadi generasi yang pelan-pelan belajar menyiapkan diri, bukan dalam skala besar tapi dalam skala paling sederhana. Kaleng kecil. Isi yang pas. Siap kalau tiba-tiba butuh. Itu bukan hal kecil. Itu bentuk kedewasaan yang sering nggak kelihatan.

Tutup tincase yang penuh kolase itu jurnal visual. Setiap stiker dan struk punya konteks yang cuma pemiliknya yang tahu. Tincase jadi kapsul pribadi: fungsional di dalamnya, ekspresif di luarnya. Ia tumbuh bersama pemiliknya— isinya berubah sesuai kebutuhan, dekorasinya bertambah seiring waktu. Tincase bukan benda mati. Ia hidup karena pemiliknya hidup.

Kalau kamu belum punya, mulai dari kaleng yang ada di rumah. Bersihkan, lalu tanya: apa yang paling sering aku butuhkan tapi sering lupa bawa? Jawaban itu yang jadi isinya. Dekorasinya belakangan— washi tape, stiker, struk dari tempat yang kamu suka. Nggak ada aturan, yang ada cuma satu pertanyaan: “ini terasa seperti aku, nggak?”

merawat diri nggak selalu soal ritual panjang atau produk mahal. kadang cukup dengan ingat bawa plester— dan punya kaleng kecil yang bikin kamu senyum setiap kali dibuka.

(Artikel Oleh : Ester Elena Siadari mahasiswi HI-FISIP kelas Media & Hub. Internasional Jayabaya.)

Tincase Kecil, Kehidupan yang Lebih Siap
Check Also
Next Post

0Comments

Link copied successfully