Pulihkan Pasokan Air Bersih Pasca-Banjir, Perumda Tirta Tamiang Dorong 5 Usulan Prioritas ke Satgas PRR

 



Aceh Tamiang, MTV. CO. ID- Tim Supervisi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Karang Baru milik Perumda Air Minum Tirta Tamiang pada Selasa (04/08) pukul 14.00 WIB.


​Kunjungan yang dipimpin oleh Wakil Kepala Posko Nasional Satgas PRR, Marsma TNI Ridha Hermawan, S.H., M.Han., bertujuan untuk memonitor serta mengevaluasi percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Tim meninjau langsung kondisi IPA Karang Baru yang terdampak banjir bandang 2025 sekaligus menginventarisasi berbagai kendala teknis penyediaan air bersih bagi masyarakat.


Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang, Juanda, S.IP., menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga kontinuitas pelayanan di tengah keterbatasan sarana dan buruknya kualitas air baku.


​“Kami terus mempertahankan pelayanan air minum kepada masyarakat meski menghadapi kendala berat. Saluran intake sering terganggu, tingkat kekeruhan air baku menyentuh angka 2.000 NTU, sistem perpompaan bermasalah, dan terjadi kebocoran pipa yang masif. Kondisi ini sangat memengaruhi proses pengolahan serta kontinuitas distribusi,” ujar Juanda.


Dalam pertemuan tersebut, Juanda menyampaikan lima poin kebutuhan prioritas pemulihan pascabencana kepada Tim Supervisi Satgas PRR:

​1. Pasokan Bahan Kimia Pengolahan Air

Perumda membutuhkan 70 ton Poly Aluminium Chloride (PAC) untuk menopang operasional selama dua bulan (November–Desember 2026). Selama ini, pasokan bahan kimia masih bergantung pada bantuan lembaga pemerintah dan organisasi nonpemerintah (NGO).

​2. Pengadaan Water Meter Pelanggan

Sebanyak 24.041 unit water meter rusak, hilang, atau dicuri akibat banjir bandang. Pengadaan unit pengganti amat mendesak demi memulihkan penataan administrasi dan pencatatan konsumsi air.

​3. Normalisasi Jaringan Perpipaan

Kerusakan berat pada jaringan pipa di wilayah Kota Kualasimpang dan Kecamatan Karang Baru membutuhkan penanganan segera demi mengoptimalkan kembali pasokan air ke rumah warga.

​4. Rehabilitasi dan Pembangunan Unit IPA

Kementerian Pekerjaan Umum saat ini sedang membangun 3 dari 4 unit IPA baru, yakni IPA Karang Baru, IPA Kualasimpang, dan IPA Rantau sementara pembangunan IPA Babo ditunda akibat efisiensi anggaran. Bagi unit IPA yang belum tersentuh program rehabilitasi, diperlukan dukungan bantuan pompa intake dan pompa distribusi baru untuk memulihkan kapasitas produksi.

​5. Penanganan Tagihan Listrik Operasional

Terkait beban tagihan listrik, terdapat arahan dari Ketua Satgas untuk mengoptimalkan alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD). Selain itu, Kementerian ESDM dijadwalkan menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah untuk merumuskan solusi teknisnya.


​“Pemulihan sarana air minum merupakan pelayanan dasar yang sangat mendesak. Kami berharap kunjungan Tim Satgas PRR ini mempercepat koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah dalam pemulihan fasilitas air bersih di Aceh Tamiang,” tambah Juanda.


​Perumda Air Minum Tirta Tamiang berkomitmen untuk tetap mengoptimalkan sarana yang ada dan menjaga kelancaran distribusi air minum selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.

Post a Comment

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال