Disparekraf DKI Ajak Delegasi IIBF 2026 Jelajahi Pesona Pulau Cipir dan Pulau Payung



Jakarta, MTV.co.id – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta mengajak 20 delegasi Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 dari Türkiye, Malaysia, Inggris, dan India menikmati wisata bahari Jakarta. Para delegasi diajak mengikuti familiarization trip (famtrip) ke Pulau Cipir dan Pulau Payung (Batumera), Kepulauan Seribu, pada Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Disparekraf DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan IIBF 2026 pada 30 September–4 Oktober 2026 di Assembly Hall & Lower Lobby, Jakarta International Convention Center (JICC). IIBF merupakan pameran buku internasional tahunan yang diselenggarakan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi). Pada 2026, IIBF memasuki penyelenggaraan ke-46 dengan tema Read Today, Lead Tomorrow. Pameran ini menargetkan lebih dari 300.000 pengunjung, partisipasi 25 negara, lebih dari 300 peserta, dan lebih dari 200 kegiatan literasi.

Melalui famtrip ini, para delegasi tidak hanya mengikuti rangkaian agenda IIBF, tetapi juga merasakan langsung destinasi bahari yang menjadi bagian dari kekayaan pariwisata Jakarta. Perjalanan dimulai dari titik kumpul menuju Dermaga Sunda Kelapa, lalu dilanjutkan dengan speedboat ke Kepulauan Seribu bersama pemandu wisata.



Di Pulau Cipir, para delegasi menikmati perpaduan keindahan pesisir, hamparan pasir, dan panorama laut yang berbeda dari suasana perkotaan Jakarta. Pulau ini juga memiliki nilai sejarah sebagai bagian dari perjalanan panjang Kepulauan Seribu, sehingga pengunjung dapat berwisata sekaligus mengenal jejak sejarahnya.

Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Payung (Batumera) yang menawarkan wisata bahari dengan suasana lebih tenang dan alami. Hamparan laut, garis pantai, dan lingkungan pulau yang asri memberi kesempatan bagi para delegasi untuk melihat sisi lain Jakarta, yakni destinasi tropis yang dapat dijangkau dari pusat metropolitan.



Kehadiran delegasi internasional di kedua pulau tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Kepulauan Seribu sebagai pilihan wisata bahari Jakarta kepada pasar mancanegara. Para peserta juga menerima cenderamata (merchandise) pariwisata Jakarta sebagai bagian dari promosi destinasi.

Kepala Disparekraf Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata, S.STP., M.Si., mengatakan kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung penyelenggaraan acara berskala internasional sekaligus memperluas promosi destinasi Jakarta kepada wisatawan mancanegara.

“Jakarta tidak hanya menjadi tuan rumah pameran buku internasional, tetapi juga menjadi pintu gerbang untuk mengenal kekayaan alam dan budaya Indonesia. Kami ingin para delegasi mendapatkan pengalaman langsung bahwa Jakarta memiliki destinasi yang beragam, termasuk wisata bahari di Kepulauan Seribu. Kami berharap mereka membawa pulang kesan positif dari Pulau Cipir dan Pulau Payung serta membagikan pengalaman tersebut kepada jejaring mereka di negara masing-masing,” ujar Andhika.



Kepala Bidang Pemasaran Disparekraf DKI Jakarta Lucky Wulandari menambahkan, famtrip merupakan salah satu strategi untuk memberikan pengalaman langsung kepada pelaku industri, delegasi internasional, dan calon wisatawan tentang keragaman destinasi Jakarta.

“Promosi pariwisata akan semakin kuat ketika wisatawan tidak hanya melihat informasi mengenai sebuah destinasi, tetapi juga merasakan dan mengalami langsung destinasi tersebut. Melalui famtrip ini, kami ingin menunjukkan bahwa Jakarta memiliki pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari kekayaan budaya dan sejarah hingga wisata bahari yang dapat dinikmati di Kepulauan Seribu,” ujar Lucky.



Menurut Lucky, kehadiran delegasi dari berbagai negara juga membuka peluang word of mouth marketing yang lebih luas. Pengalaman positif para peserta diharapkan menjadi cerita dan rekomendasi yang menjangkau jejaring internasional mereka.

Hal senada disampaikan Ketua Subkelompok Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Ervienia Oryza. “Kami berharap pengalaman para delegasi di Pulau Cipir dan Pulau Payung dapat menjadi cerita yang mereka bawa pulang. Ketika sebuah destinasi menjadi bagian dari pengalaman pribadi, potensi untuk dibagikan melalui jejaring, komunitas, maupun kanal digital akan semakin besar. Ini menjadi salah satu cara kami memperluas international exposure pariwisata Jakarta,” ujarnya.



Sinergi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan literasi melalui IIBF 2026 diharapkan semakin memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang kreatif, berbudaya, dan ramah bagi wisatawan mancanegara. Selain memperkenalkan destinasi, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun jejaring internasional dan memperluas peluang promosi pariwisata Jakarta di pasar global. (Dien/Humas)

Further Reading:
Copied 👍

Latest News

  • Disparekraf DKI Ajak Delegasi IIBF 2026 Jelajahi Pesona Pulau Cipir dan Pulau Payung
  • Disparekraf DKI Ajak Delegasi IIBF 2026 Jelajahi Pesona Pulau Cipir dan Pulau Payung
  • Disparekraf DKI Ajak Delegasi IIBF 2026 Jelajahi Pesona Pulau Cipir dan Pulau Payung
  • Disparekraf DKI Ajak Delegasi IIBF 2026 Jelajahi Pesona Pulau Cipir dan Pulau Payung
  • Disparekraf DKI Ajak Delegasi IIBF 2026 Jelajahi Pesona Pulau Cipir dan Pulau Payung
  • Disparekraf DKI Ajak Delegasi IIBF 2026 Jelajahi Pesona Pulau Cipir dan Pulau Payung

Post a Comment